Instalasi Visual Studio Code dan Python
1.1 Apa itu Visual Studio Code?
Sihabudin Alwi - Visual Studio Code (VS Code)
adalah code editor gratis buatan Microsoft yang ringan namun sangat kuat. VS
Code mendukung banyak bahasa pemrograman, memiliki ribuan ekstensi, terminal
terintegrasi, dan fitur debugging bawaan — menjadikannya salah satu editor
paling populer di kalangan developer maupun pelajar.
1.2 Apa itu Python?
Python adalah bahasa pemrograman
tingkat tinggi yang terkenal karena sintaksnya yang sederhana dan mudah dibaca.
Python banyak digunakan untuk pengembangan web, analisis data, kecerdasan
buatan (AI), otomatisasi, hingga pengembangan game.
1.3 Kebutuhan Sistem
|
Sistem
Operasi |
Persyaratan
Minimum |
|
Windows |
Windows 10 versi 1909 ke
atas / Windows 11, arsitektur 64-bit |
|
macOS |
macOS 11 Big Sur ke atas
(Intel maupun Apple Silicon/M1-M3) |
|
Linux |
Distribusi berbasis
Debian/Ubuntu, Fedora, atau Red Hat (paket .deb / .rpm tersedia) |
|
💡 Catatan Pastikan komputer terhubung
ke internet selama proses instalasi karena installer akan mengunduh beberapa
komponen tambahan. |
2.1 Instalasi di Windows
Langkah
1 — Unduh installer
Buka browser dan kunjungi situs
resmi https://code.visualstudio.com, lalu klik tombol "Download for
Windows".
Langkah
2 — Jalankan file installer
Cari file bernama
VSCodeUserSetup-x64-x.xx.x.exe di folder Downloads, lalu klik dua kali untuk
menjalankannya.
Langkah
3 — Setujui lisensi
Pilih "I accept the
agreement", kemudian klik Next.
Langkah
4 — Pilih opsi tambahan
Pada halaman "Select
Additional Tasks", disarankan mencentang opsi berikut:
•
Add "Open with Code" action to Windows
Explorer file context menu
•
Add "Open with Code" action to Windows
Explorer directory context menu
•
Add to PATH (agar VS Code bisa dijalankan dari terminal
dengan perintah "code")
Langkah
5 — Selesaikan instalasi
Klik Install, tunggu proses
selesai, lalu klik Finish. VS Code akan terbuka secara otomatis.
2.2 Instalasi di macOS
Langkah
1 — Unduh aplikasi
Kunjungi
https://code.visualstudio.com dan klik "Download for Mac". File akan
terunduh dalam format .zip.
Langkah
2 — Ekstrak dan pindahkan
Ekstrak file zip, lalu seret
(drag) aplikasi "Visual Studio Code" ke folder Applications.
Langkah
3 — Buka aplikasi
Buka VS Code dari Launchpad atau
folder Applications. Jika muncul peringatan keamanan, klik Open untuk
mengizinkan.
Langkah
4 — Tambahkan ke PATH (opsional
tapi disarankan)
Buka VS Code, tekan Command
Palette (Cmd+Shift+P), ketik "Shell Command", lalu pilih "Shell
Command: Install 'code' command in PATH".
2.3 Instalasi di Linux (Ubuntu/Debian)
Langkah
1 — Instalasi melalui terminal
Buka terminal dan jalankan
perintah berikut secara berurutan:
|
sudo apt update sudo apt install software-properties-common
apt-transport-https wget -y wget -qO- https://packages.microsoft.com/keys/microsoft.asc
| gpg --dearmor > packages.microsoft.gpg sudo install -o root -g root -m 644
packages.microsoft.gpg /etc/apt/trusted.gpg.d/ sudo sh -c 'echo "deb [arch=amd64]
https://packages.microsoft.com/repos/vscode stable main" >
/etc/apt/sources.list.d/vscode.list' sudo apt update sudo apt install code -y |
Langkah
2 — Jalankan VS Code
Setelah instalasi selesai, ketik
perintah berikut di terminal:
|
code . |
Perintah di atas akan membuka VS
Code pada folder aktif saat ini.
2.4 Mengenal Antarmuka VS Code
•
Activity Bar — bilah ikon di sisi kiri untuk berpindah
antara Explorer, Search, Source Control, Run & Debug, dan Extensions
•
Sidebar — menampilkan struktur folder/file proyek yang
sedang dibuka
•
Editor Area — area utama tempat menulis dan mengedit
kode
•
Panel Bawah — berisi Terminal, Output, Debug Console,
dan Problems
•
Status Bar — bilah paling bawah, menampilkan info
seperti bahasa aktif dan interpreter Python yang dipakai
Shortcut Penting
|
Shortcut |
Fungsi |
|
Ctrl
+ ` (backtick) |
Membuka/menutup Terminal
terintegrasi |
|
Ctrl
+ Shift + P |
Membuka Command Palette
(menjalankan semua perintah VS Code) |
|
Ctrl
+ P |
Quick Open — mencari dan
membuka file dengan cepat |
|
Ctrl
+ S |
Menyimpan file yang sedang
aktif |
|
F5 |
Menjalankan file dengan mode
debug |
|
Ctrl
+ Shift + X |
Membuka panel Extensions |
|
Ctrl
+ B |
Menampilkan/menyembunyikan
sidebar |
|
Ctrl
+ / |
Memberi/menghapus komentar
pada baris kode |
3.1 Instalasi Python di Windows
Langkah
1 — Unduh installer Python
Kunjungi
https://python.org/downloads, klik tombol kuning "Download Python
3.x.x" (versi terbaru yang stabil).
Langkah
2 — Jalankan installer
Buka file installer yang
terunduh. PENTING: centang kotak "Add python.exe to PATH" di bagian
bawah jendela sebelum melanjutkan.
Langkah
3 — Pilih Install Now
Klik "Install Now" dan
tunggu proses instalasi selesai, lalu klik Close.
Langkah
4 — Verifikasi instalasi
Buka Command Prompt, lalu ketik
perintah berikut:
|
python --version pip --version |
Jika versi Python dan pip
muncul, instalasi berhasil.
3.2 Instalasi Python di macOS
Langkah
1 — Unduh installer
Kunjungi
https://python.org/downloads dan unduh installer versi macOS (.pkg).
Langkah
2 — Jalankan installer
Buka file .pkg, ikuti petunjuk
instalasi hingga selesai (Continue → Agree → Install).
Langkah
3 — Verifikasi instalasi
Buka Terminal, lalu ketik:
|
python3 --version pip3 --version |
|
💡 Catatan Di macOS dan Linux,
perintah yang digunakan umumnya python3 dan pip3, bukan python dan pip,
karena python2 masih terpasang secara bawaan pada beberapa sistem lama. |
3.3 Instalasi Python di Linux
(Ubuntu/Debian)
Sebagian besar distribusi Linux
sudah menyertakan Python secara bawaan. Untuk memastikan versi terbaru
terpasang, jalankan:
|
sudo apt update sudo apt install python3 python3-pip -y python3 --version |
4.1 Memasang Ekstensi Python
Langkah
1 — Buka panel Extensions
Di VS Code, klik ikon Extensions
pada Activity Bar (atau tekan Ctrl+Shift+X / Cmd+Shift+X).
Langkah
2 — Cari ekstensi Python
Ketik "Python" pada
kotak pencarian, lalu pilih ekstensi resmi berlogo biru-kuning dari Microsoft.
Langkah
3 — Pasang ekstensi
Klik tombol Install. Ekstensi
Pylance biasanya akan otomatis ikut terpasang sebagai pendukung.
Ekstensi yang
Direkomendasikan untuk Python
|
Nama
Ekstensi |
Fungsi |
|
Python
(Microsoft) |
Ekstensi utama:
IntelliSense, linting, debugging, menjalankan kode |
|
Pylance |
Mesin analisis kode Python
yang cepat, biasanya otomatis terpasang bersama ekstensi Python |
|
Jupyter |
Mendukung file notebook
(.ipynb) langsung di VS Code |
|
Python
Indent |
Membantu auto-indentasi kode
Python agar lebih rapi |
|
autoDocstring |
Membuat template dokumentasi
fungsi (docstring) secara otomatis |
4.2 Memilih Interpreter Python
Langkah
1 — Buka Command Palette
Tekan Ctrl+Shift+P
(Windows/Linux) atau Cmd+Shift+P (macOS).
Langkah
2 — Cari perintah pemilihan
interpreter
Ketik "Python: Select
Interpreter" lalu tekan Enter.
Langkah
3 — Pilih versi Python
Pilih versi Python yang sudah
terpasang dari daftar yang muncul (misalnya Python 3.12.x).
|
💡 Catatan Interpreter yang dipilih
akan tampil di pojok kanan bawah Status Bar VS Code. Jika salah memilih
interpreter, kode bisa gagal dijalankan meskipun tidak ada kesalahan
penulisan. |
4.3 Menjalankan Program Python Pertama
Langkah
1 — Buat folder proyek
Buat folder baru, misalnya
"belajar-python", lalu buka folder tersebut di VS Code melalui File →
Open Folder.
Langkah
2 — Buat file Python
Buat file baru dengan nama
main.py.
Langkah
3 — Tulis kode sederhana
|
print("Halo, Dunia!") nama = input("Siapa nama kamu? ") print(f"Senang berkenalan denganmu,
{nama}!") |
Langkah
4 — Jalankan program
Klik tombol ▷ (Run Python File)
di pojok kanan atas editor, atau klik kanan pada editor lalu pilih "Run
Python File in Terminal". Hasil program akan tampil di panel Terminal
bagian bawah.
4.4 Menggunakan Virtual Environment (venv)
Virtual environment digunakan
agar setiap proyek Python memiliki paket/library sendiri yang terpisah,
sehingga tidak saling bentrok antar proyek.
Langkah
1 — Buat virtual environment
Buka terminal di VS Code
(Ctrl+`), lalu jalankan:
|
python -m venv venv |
Langkah
2 — Aktifkan virtual environment
Windows (Command Prompt):
|
venv\Scripts\activate |
macOS / Linux:
|
source venv/bin/activate |
Langkah
3 — Pilih interpreter dari venv
Jalankan kembali "Python:
Select Interpreter" pada Command Palette, lalu pilih interpreter yang
berada di dalam folder venv.
Langkah
4 — Instal library tambahan
Setelah venv aktif, library yang
dipasang hanya berlaku untuk proyek ini, contoh:
|
pip install requests pip install pandas |
|
Masalah |
Solusi |
|
"python"
is not recognized |
Python belum ditambahkan ke
PATH. Install ulang python.org dan centang "Add python.exe to PATH" |
|
VS
Code memakai versi Python yang salah |
Buka Command Palette →
"Python: Select Interpreter" → pilih versi yang benar |
|
Kode
tidak bisa dijalankan dengan tombol Run |
Pastikan ekstensi Python
sudah terpasang dan file disimpan dengan ekstensi .py |
|
Terminal
tidak mengenali "python", tapi "python3" berhasil
(macOS/Linux) |
Gunakan perintah python3 dan
pip3, atau buat alias di file konfigurasi shell |
1.
Pasang Visual Studio Code dan Python sesuai sistem
operasi masing-masing.
2.
Pasang ekstensi Python di VS Code, lalu pastikan
interpreter Python sudah terpilih dengan benar (cek di Status Bar).
3.
Buat file bernama biodata.py yang menampilkan nama,
umur, dan hobi menggunakan fungsi print().
4.
Buat virtual environment baru, aktifkan, lalu pasang
satu library apa saja menggunakan pip install.
5. Jalankan program menggunakan tombol Run dan melalui terminal, lalu bandingkan hasilnya.
RINGKASAN
|
Komponen |
Fungsi
Utama |
|
Visual
Studio Code |
Editor kode yang digunakan
untuk menulis, menjalankan, dan mengelola proyek pemrograman |
|
Python |
Bahasa pemrograman yang
dijalankan dan dikembangkan melalui VS Code |
|
Ekstensi
Python |
Menghubungkan VS Code dengan
Python agar bisa menjalankan, men-debug, dan memberi saran kode |
|
Virtual
Environment |
Lingkungan terisolasi agar
setiap proyek Python memiliki paket sendiri |
Dengan VS Code dan Python yang
sudah terpasang serta terhubung dengan benar, siswa siap melanjutkan ke materi
dasar pemrograman Python berikutnya.
